Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

JOGJA KALI KEDUA

Gambar
Kalau Raisa bilang kali kedua pada yang sama, sama indahnya , kok saya ngerasa nggk gitu ya dengan kedatangan saya yang kedua ke Jogja. Jogja nampaknya sudah banyak berubah sejak empat tahun lalu, saat saya pertama kali menjejakkan kaki di Jogja. Saat itu saya benar-benar kagum dengan penampakkan  fisik Jogjakarta. Kultur Jawa yang kental. Jalanan luas yang rapi. Kendaraan tradisional yang berseliweran dengan tertib. Dan tentu aja lampu kota yang berkelap-kelip romantis saat malam menyapa. Semua itu masih sangat melekat diingatan dan menjadi motivasi saya untuk datang lagi ke Jogja. Dan akhirnya, tahun ini saya memiliki kesempatan lagi untuk datang ke Jogja. Tetapi entah kenapa kesannya sedikit  berbeda. Jogja tak lagi seperti yang digambarkan Katon Bagaskara dalam lagu Jogjakarta. Lihat saja Malioboro yang tak serapi dahulu. Pedagang kaki lima yang terlihat lebih padat. Becak dan andong yang terparkir agak sembarang. Serta tak lagi ada taman rumput pembatas di pinggi...