Postingan

JOGJA KALI KEDUA

Gambar
Kalau Raisa bilang kali kedua pada yang sama, sama indahnya , kok saya ngerasa nggk gitu ya dengan kedatangan saya yang kedua ke Jogja. Jogja nampaknya sudah banyak berubah sejak empat tahun lalu, saat saya pertama kali menjejakkan kaki di Jogja. Saat itu saya benar-benar kagum dengan penampakkan  fisik Jogjakarta. Kultur Jawa yang kental. Jalanan luas yang rapi. Kendaraan tradisional yang berseliweran dengan tertib. Dan tentu aja lampu kota yang berkelap-kelip romantis saat malam menyapa. Semua itu masih sangat melekat diingatan dan menjadi motivasi saya untuk datang lagi ke Jogja. Dan akhirnya, tahun ini saya memiliki kesempatan lagi untuk datang ke Jogja. Tetapi entah kenapa kesannya sedikit  berbeda. Jogja tak lagi seperti yang digambarkan Katon Bagaskara dalam lagu Jogjakarta. Lihat saja Malioboro yang tak serapi dahulu. Pedagang kaki lima yang terlihat lebih padat. Becak dan andong yang terparkir agak sembarang. Serta tak lagi ada taman rumput pembatas di pinggi...

Di LUAR EKSPEKTASI (Seri Travelling)

Banyak orang yang berekspektasi tinggi saat akan pergi berlibur ke suatu destinasi untuk pertama kalinya. Entah itu didorong oleh rasa penasaran, tertarik dengan cerita teman atau karena melihat foto-foto yang dipamerkan di sosial media. Tetapi sering kali realita yang dialami tak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Sayapun pernah mengalami hal serupa.   Semalam di Domas Impian saya untuk merasakan sensasi berkemah di pantai ahirnya akan segera terwujud. Setidaknya begitu pikir saya saat ajakan berkemah di pantai datang dari teman kerja saya. Memancing, membakar ikan hasil buruan, lalu menghabiskan malam dengan cekikikan di atas pantai berpasir. Pasalnya dari kecil saya belum pernah sekalipun berkemah di pantai. Pernah sih beberapa kali bermain di pantai, tetapi tidak pernah sampai bermalam apa lagi mendirikan tenda. Itulah sebabnya saya langsung mengamini ajakan teman saya dengan semangat empat lima! Berbekal harapan manis tersebut, saya pergi dengan hati girang. Naik m...

KULINER KHAS SEMARANG

Gambar
Berlibur ke suatu tempat terasa ada yang kurang jika tidak mencoba kuliner khasnya. Baru-baru ini saya berlibur ke Semarang dan mencoba beberapa kuliner khas sana. So, saya ingin berbagi review kulinari yang saya coba, siapa tahu ada yang berniat liburan ke sana juga. 1.        Loenpia Mbak Lien Loenpia Mbak Lien (Dokumentasi Pribadi) Ada banyak sekali penjual lunpia di Semarang. Mulai kaki lima sampai kelas resto. Tetapi Loenpia Mbak Lien merupakan salah satu toko penjual Lunpia yang terkenal di Semarang. Lokasinya berada di jl. Pemuda Gang Kranjen no.1, Bangunharjo, Pandansari.  Toko Loenpia Mbak Lien ini terbilang unik karena berada di dalam gang. Tokonya dihiasi dengan dekorasi jawa klasik lengkap dengan lampu temaram yang menambah syahdu suasana. Namun sayang, ruangannya tidak terlalu besar dan meja yang disediakanpun tidak terlalu banyak, sehingga kita harus segera bergegas karena banyak orang yang mengantri juga. Lunpia ini disaji...

SEHARIAN BERKELILING BANTEN LAMA

Ternyata untuk berlibur yang asik tidak harus selalu pergi ke tempat jauh. Berkeliling seharian di dalam kota pun bisa juga lho menjadi alternatif liburan yang menyenangkan. Lebih mudah untuk diakses dan pasti lebih ekonomis dibandingkan liburan ke luar kota, apa lagi saat keadaan dompet sedang sepi. Sayapun sering berlibur hanya dengan mengelilingi tempat wisata di dalam kota. Yah, itung-itung mencintai daerah sendiri, karena banyak juga lho masyarakat setempat yang bahkan tidak mengenal daerahnya. Berhubung sekarang saya merantau di provinsi Banten, daerah yang saya maksud ya di sekitaran Banten, khususnya kota Serang. Waktu itu kebetulan teman-teman komunitas adventure saya sedang ada acara nge- trip . Ada yang pergi mendaki, ada juga berkemah di pinggiran pantai. Saya sendiri memutuskan untuk tidak ikut mereka. Saya sedang tidak mood bercapek-capek ria dengan pergi ke tempat jauh. Tetapi boring juga kalau hanya menghabiskan liburan dengan doing nothing in the kost. Akhirnya...