KULINER KHAS SEMARANG

Berlibur ke suatu tempat terasa ada yang kurang jika tidak mencoba kuliner khasnya. Baru-baru ini saya berlibur ke Semarang dan mencoba beberapa kuliner khas sana. So, saya ingin berbagi review kulinari yang saya coba, siapa tahu ada yang berniat liburan ke sana juga.

1.       Loenpia Mbak Lien
Loenpia Mbak Lien (Dokumentasi Pribadi)
Ada banyak sekali penjual lunpia di Semarang. Mulai kaki lima sampai kelas resto. Tetapi Loenpia Mbak Lien merupakan salah satu toko penjual Lunpia yang terkenal di Semarang. Lokasinya berada di jl. Pemuda Gang Kranjen no.1, Bangunharjo, Pandansari.  Toko Loenpia Mbak Lien ini terbilang unik karena berada di dalam gang. Tokonya dihiasi dengan dekorasi jawa klasik lengkap dengan lampu temaram yang menambah syahdu suasana. Namun sayang, ruangannya tidak terlalu besar dan meja yang disediakanpun tidak terlalu banyak, sehingga kita harus segera bergegas karena banyak orang yang mengantri juga.
Lunpia ini disajikan dengan saus berwarna coklat kental yang manis, cabe rawit, acar mentimun, bawang putih ulek, dan bawang kucai. Rasanya manis gurih. Bahkan terlalu manis menurut saya yang terbiasa dengan hidangan gurih pedas. Saat digigit renyah di bagian luar, empuk di dalam. Isinya terdiri dari tumis rebung, tauge, ayam, telur dan tambahan ebi (untuk lunpia spesial).
Jika kalian masih mau mencari kudapan lain semacam dissert, mampirlah ke toko Oen. Hanya tinggal berjalan lurus ke arah Plaza Sri Ratu Johar sekitar 100 meter. Toko ini cukup legend dan banyak direkomendasikan para traveller.

2.       Pisang Plenet
Pisang Plenet (Dokumentasi Pribadi)
Persis di sebrang Loenpia Mbak Lien, ada angkringan penjual pisang plenet. Yaitu pisang yang dibakar di atas arang, kemudian dipijit-pijit sampai pipih dan ditaburi dengan gula halus, ceres, dan selai nanas. Rasanya manis asam-asam segar gitu deh.

3.       Lekker Paimo
Lekker Paimo (Dokumentasi Pribadi)
Kue lekker  merupakan kudapan ringan terfavorit di Semarang, terutama bagi para remaja. Bentuknya mirip-mirip martabak mini, hanya bedanya terletak pada cara pembuatan dan varian rasa. Kue Lekker dibuat di wajan datar yang berputar-putar hingga matang. Rasanyapun lebih bervariasi, tidak hanya manis, tapi juga tersedia rasa asin seperti rasa telur sosis, tuna keju mozarella, jagung manis, dll. Kue  lekker yang paling direkomendasikan ya Lekker Paimo ini. Terletak di jl. Karang Anyar no 37, Brumbungan. Buka mulai pukul 09.00 sampai jam 17.00 wib. Sedikit tips nih, lebih baik datang sepagi mungkin untuk mengantre karena semakin siang, semakin ramai pengunjung.

4.       Mochi
Penganan bulat terbuat dari tepung ini ternyata bukan hanya milik Sukabumi atau Cianjur saja. Di Semarang pun mochi dijual sebagai oleh-oleh. Bedanya, bentuk mochi Semarang menurut saya lebih besar, isian kacangnya juga lebih banyak dan padat. Selain itu, jika di Sukabumi atau Cianjur mochi hanya berbalut tepung saja, di Semarang ada juga lho yang dibalut dengan biji wijen. Tapi, Entah yang hanya berbalut tepung atau wijen, kedunya sama-sama enak kok.

5.       Nasi Ayam Semarang
Nasi Ayam Semarang ( Dokumentasi Pribadi)
Jika Jogja terkenal dengan nasi kucingnya, maka Semarang terkenal dengan nasi ayamnya. Nasi ayam Semarang ini dimasak dengan kuah santan sehingga teksturnya terasa lembut di mulut. Nasi ayam Samarang biasa dihidangkan dengan ayam kampung bumbu kuning, telur semur rebus, sayur pepaya muda dan mendoan. Rasanya manis gurih seperti kebanyakan kuliner khas jawa tengah lainnya.
Untuk mencicipi nasi ayam ini, datanglah ke sekitaran pujasera Simpang Lima, di sana ada beberapa penjual nasi ayam khas Semarang. Tetapi yang paling terkenal dan paling lama adalah nasi ayam Bu Widodo. Beliau sudah berjualan sejak tahun 1994, namun sekarang nasi ayam bu Widodo diteruskan oleh anak-anaknya sebagai generasi kedua.

6.       Bebek Goreng H. Slamet
Bebek goreng H. Slamet memang bukanlah kuliner asli Semarang, tetapi saya sangat merekomendasikan kuliner yang satu ini untuk pecinta kuliner yang tidak terlalu suka dengan masakan manis. Rasa bebeknya gurih cenderung asin. Sambalnya pedas nikmat, terbuat dari cabe rawit besar yang diulek kasar dan disiram minyak panas, bekas menggoreng bebek. Tekstur daging bebeknya renyah di luar dan empuk di dalamnya. Dan yang paling penting bumbunya meresap dan tidak berbau amis.
Terdapat beberapa cabang bebek goreng H. Slamet di Semarang, tetapi yang saya kunjungi berlokasi di jl. Seroja  Timur, Karang Kidul, Semarang Tengah. Jalannya memang agak sedikit sulit untuk ditemukan karena berada di dalam gang perumahan, namun berkat kepopulennya kita bisa dengan mudah bertanya pada masyarakat di sekitar gang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JOGJA KALI KEDUA

Di LUAR EKSPEKTASI (Seri Travelling)

SEHARIAN BERKELILING BANTEN LAMA